Powered By Blogger

Senin, 03 Januari 2011

penganar bisnis

pengertian

Produksi adalah semua kegiatan untuk menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan memanfaatkan faktor-faktor produksi yang tersedia

- Proses produksi adalah cara, metode atau teknik untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan faktor-faktor produksi yang ada.

n- Manajemen produksi adalah kegiatan untuk mengatur agar dapat menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang atau jasa

JENIS PROSES PRODUKSI

n Proses produksi terus-menerus (proses ini ditandai dengan aliran bahan baku yang selalu tetap atau mempunyai pola yang selalu sama sampai produk selesai dikerjakan)

n Proses produksi terputus-putus (dalam proses ini aliran bahan baku sampai produk jadi tidak memiliki pola yang pasti atau selalu berubah-ubah)

POLA PRODUKSi

STABILITAS PRODUKSI / PRODUKSI KONSTAN (pola produksi ditetapkan stabil dari waktu ke waktu)

n STABILITAS PERSEDIAAN AKHIR/PRODUKSI BERGELOMBANG (jumlah persediaan ditentukan sama dari waktu ke waktu)

n PRODUKSI DAN PERSEDIAAN AKHIR TIDAK STABIL/ PRODUKSI MODERAT (pola ini mengikuti fluktuasi penjualan)

INCREMENTAL COST (BIAYA TAMBAHAN)

n Biaya perputaran tenaga kerja (labour turn over cost) adalah biaya yang diperlukan untuk melatih atau memberhentikan tenaga kerja selama satu periode produksi

n Biaya simpan (carrying cost) yaitu biaya penyimpanan barang-barang hasil produksi yang belum laku terjual karena pada saat itu volume produksi lebih besar dibandingkan dengan volume penjualannya

n Biaya lembur (over time premium cost) yaitu tambahan upah yang diberikan karena adanya kerja lembur yang disebabkan naiknya volume produksi dan volume produksi ini tidak melebihi kapasitas maksimal

n Biaya subkontrak (subcontracting cost) yaitu biaya yang tombul karena perusahaan membeli barang dari perusahaan lain untuk memenuhi kebutuhannya.

Contoh :

Perusahaan Anugrah memiliki mesin-mesin produksi dengan kapasitas maksimum 100.000 unit setiap triwulan. Sedangkan kapasitas normalnya 80.000 unit setiap triwulan. Pola penjualan yang dihadapi adalah pola penjualan bergelombang dengan rincian sbb;

Triwulan

Jumlah penjualan

I

II

III

IV

80.000 unit

40.000 unit

60.000 unit

130.000 unit

n Untuk memenuhi penjualan tsb perusahaan dapat memilih salah satu dari tiga alternatif produksi:

  1. Pola produksi konstan sebesar 70.000 unit tiap triwulan
  2. Pola produksi bergelombang
  3. Pola produksi moderat, besarnya 60.000 unit pada triwulan I dan II, pada triwulan III dan IV sebesar 80.000 unit.

n Data lain yang tersedia:

- Biaya penyimpanan tiap triwulan Rp. 750/unit

- Setiap kenaikan produksi 1000 unit tiap triwulan akan mengakibatkan tambahan tenaga kerja 2 orang dengan biaya penarikan Rp. 20.000 tiap orang. Peanarikan tenaga kerja akan dilakukan sampai pada batas kapasitas normal.

- Untuk meneutup kekuarangan produksi perusahaan akan mengadakan kontrak pembelian barang dengan biaya sub kontrak Rp 500/unit

- Upah kerja lembur apabila produksi melebihi kapasitas normal Rp 500/unit tiap triwulan

Berdasarkan data tersebut mana pola produksi yang sebaiknya dipilih perusahaan ? Jelaskan beserta perhitungannya!

LUAS PRODUKSI

Luas produksi adalah jumlah atau volume produk yang seharusnya dibuat oleh perusahaan dalam suatu periode ttt.

Besar kecinya luas produksi menentukan keuntungan yang diperoleh perusahaan

Faktor yang mempengaruhi: bahan baku, kapasitas mesin, tenaga kerja, besarnya permintaan dan faktor produksi lainnya

LOKASI PABRIK

Pemilihan lokasi pabrik bertujuan untuk meminimalkan jumlah seluruh biaya.

Faktor yang mempengaruhi: faktor primer (letak bahan mentah, letak pasar, transportasi, tenaga kerja dan pembangkit listrik), faktor sekunder (rencana masa depan, fasilitas pembelanjaan perusahaan, fasilitas servis, iklim, keadaan tanah dsb

LAYOUT FASILITAS PABRIK

Layout fasilitas pabrik yaitu tata letak mesin dan peralatan lainnya yang digunakan dalam proses produksi.

Tipe-tipe layout: layout produk/garis (pengaturan fasilitas secara berurutan sesuai dengan jalannya proses produksi), layout proses (mesin/peralatan yang sama dikelompokkan pada suatu tempat) dan fixed position layout (semua komponen untuk semua proses produksi diletakkan dekat tempat proses produksi)

PENGENDALIAN PRODUKSI

Planning yaitu menentukan produk apa dan berapa banyak akan diproduksi dan merencanakan seluruh kegiatan produksi

Routing yaitu urutan-urutan penyelesaian pekerjaan dari bahan mentah sampai produk jadi

Scheduling yaitu penentuan kapan suatu pekerjaan harus mulai dan kapan harus selesai

Dispatching yaitu perintah untuk mulai bekerja kepada para pekerja

Follow up yaitu tindak lanjut dalam urutan proses produksi untuk menjaga agar routing, scheduling dan dispatching sesuai dengan rencana.

MACAM-MACAM PENGENDALIAN PROSES PRODUKSI

Pengendalian Order (menjaga agar produk yang dibuat sesuai dengan pesanan yang masuk). Sesuai untuk proses produksi yang terputus-putus atau intermittent process

Pengendalian arus (menjaga kelancaran proses produksi). Sesuai untuk proses produksi terus-menerus atau continuous process.

Pengendalian beban (menitikberatkan pada beban yang harus dilaksanakan masing-masing bagian)

Pengendalian blok (mengelompokkam jenis pesanan yang masuk pada jenis yang mempunyai proses produksi sama)

PENGENDALIAN BAHAN BAKU

Pembelian bahan baku

Pengendalian persedian bahan baku

Jumlah pembelian yang peling ekonomis

JUMLAH PEMBELIAN YANG EKONOMIS ECONOMICAL ORDER QUANTITY (EOQ)

EOQ adalah jumlah setiap kali pembelian bahan yang disertai dengan biaya minimal. EOQ merupakan jumlah setiap kali pembelian bahan yang ekonomis

Ada dua biaya yang timbul yaitu biaya pemesanan dan biaya penyimpanan

Biaya pemesanan meliputi semua biaya dari mengadakan persiapan pesanan sampai dengan barang yang dipesan datang

Sifat dari biaya ini adalah relatif konstan, tidak tergantung besarnya jumlah barang yang dipesan. Semakin tinggi frekuensi pemesanan, maka biaya ini akan semakin besar

Biaya penyimpanan dikeluarkan karena adanya penyimpanan bahan di gudang.

Biaya ditentukan sebagai % nilai uang dari persediaan per unit dalam satu tahun

Semakin besar jumlah bahan yang disimpan maka semakin besar biaya penyimpanan

EOQ = √ 2xRxS/PxI atau

EOQ = √ 2XRXS/C

Dimana,

R = kebutuhan bahan dalam satu periode

S = biaya pemesanan setiap kali pesan

P = harga beli tiap unit bahan

I = biaya penyimpanan dalam % dari nilai rata-rata persediaan barang yang disimpan

C = biaya penyimpanan tiap unit barang yang disimpan dalam Rp

Safety stock adalah jumlah persediaan pengaman untuk menjaga kelancaran proses produksi

Re order point (ROP) adalah titik di mana harus dilakukan pemesanan kembali

Tenggang waktu (lead time) adalah waktu yang dibutuhkan sejak memesan barang sampai barang yang dipesan itu datang

ROP = jumlah penggunaan selama lead time + besarnya safety stock

Perusahaan ANUGRAH selama 1 tahun (320 hari kerja efektif) menggunakan bahan baku sebanyak 64.000 unit dengan harga RP. 50.000 per unit. Dalam rangka pembelian tersebut dibutuhkan biaya-biaya:

Biaya pengiriman pesanan Rp. 1000 per unit

Biaya administrasi Rp 2000 per unit

Biaya untuk menyelesaikan pesanan Rp. 2000 per unit

Biaya penyimpanan digudang Rp. 1000 per unit

Diminta;

  1. Menentukan besarnya EOQ
  2. Menentukan besarnya ROP jika procurement lead time (PLT) selama 3 hari dan safety stock = 300 unit
  3. Gambar grafik EOQ, ROP dan safety stock

Jawab

Bahan baku 64.000 (R)

Harga 50.000/unit

By. Pengiriman 1000

By adm. 2000

Penyelesaian pesan 2000

Penyimpanan 1000

R = 64.000

S = By. Pengiriman + by.Adm + by. Penyelesaian pesanan (1000+2000+2000 = 5000)

C = penyimpanan 1000

800